Selasa, 11 Juni 2019

7 Langkah Sukses Cara Ternak Burung Murai Batu

7 Langkah Sukses Cara Ternak Burung Murai Batu
7 Langkah Sukses Cara Ternak Burung Murai Batu
Berikut 7 Langkah Sukses Cara Ternak Burung Murai Batu

1. Pemilihan Benih

Langkah pertama yaitu burung untuk burung murai jantan atau betina, semua harus memiliki kualitas yang baik dan harganya tidak harus mahal. Pilih Batu Murai betina yang berumur sekitar 1 atau 2 tahun. Yang merupakan usia dari usia ideal untuk Batu Murai dalam reproduksi. Kondisi kesehatan burung betina harus dijaga, jadi pastikan burungnya tidak terlalu kurus.

Untuk pemilihan burung jantan yang serupa saat memilih induk betina. Pilih orang tua laki-laki yang juga tidak takut pada manusia dan memiliki mental yang cukup baik. Setidaknya 2 tahun pria juga cukup dewasa untuk melakukan pernikahan. Murai Batu Jantan disarankan untuk bebas dari cacat fisik, baik itu di kepala, kaki, sayap atau bagian tubuh lainnya.

2. Persiapan Kandang

Lanmgkah kedua yaitu pada burung ekspansi batu, cara pertama untuk melakukannya adalah menyiapkan kandang. Tentu saja kandang yang sesuai dengan prosedur dan pengalaman petani. Di peternakan burung Murai Batu, tentu saja Anda membutuhkan sangkar burung. Di situlah kandang burung dirancang menggunakan ukuran yang cukup besar.

Selain itu hal yang perlu diperhatikan anda tidak boleh terlalu sempit dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sedangkan untuk penempatan kandang, disarankan untuk ditempatkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Anda juga harus menjauhkan diri dari kebisingan dan memiliki sirkulasi udara segar yang baik. Untuk sangkar burung murai juga harus terkena cahaya yang tepat di pagi hari untuk mendapatkan vitamin D. Dan kita harus memiliki keteduhan ketika matahari sudah panas untuk burung Murai Batu.

3. Kebersihan Kandang Murai Batu

Langkah ketiga dalam merawat kandang murai batu agar tetap bersih adalah salah satu faktor terpenting bagi keberhasilan sapi murai batu. Jika kebersihan kandang tetap terjaga, tentu bisa meminimalisir benih penyakit. Dengan sangkar burung yang bersih, murai batu akan merasa lebih nyaman, sehingga bisa terhindar dari stres yang menjadi penyebab penyakit pada murai batu.

Bersihkan wadah pakan dan minum setiap hari. Saat pagi hari, makanan dan air minum harus diganti dengan yang baru. Sisa air minum atau makanan yang belum habis harus dibuang. Dalam seminggu sekali, kandang dibersihkan secara menyeluruh. Setelah kotoran dihilangkan, kandang dapat dicuci dan kemudian disterilkan dengan obat desinfektan atau antikanker. Setelah itu, keringkan di bawah sinar matahari.

4. Pakan Batu Murai

Langkah keempat pemeberian pakan merupakan hal yang sangat penting karena pakan adalah salah satu faktor terpenting pada sapi murai batu. Batu murai membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung aktivitas dan produktivitasnya.

Agar nutrisi terpenuhi, murai batu harus selalu diberi pakan segar dan bervariasi. Pemberian vitamin untuk batu magpies juga dibutuhkan. Pakan murai batu bisa dibuat dengan makanan alami, pakan buatan, atau makanan campuran antara makanan buatan dan pakan alami. Memberikan makanan tambahan juga dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan.

Selain itu, juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh murai batu. Secara umum, makanan tambahan yang bisa Anda berikan adalah jangkrik, ulat hongkong, orong-orong, cacing atau belalang.

5. Pemuliaan Batu Murai

Langkah kelima yaitu masukkan calon induk betina ke dalam kandang. Betina yang ditempatkan di kandang harus berusia sekitar 1 tahun atau siap dikawinkan. Lalu, masukkan 2 wanita lalu biarkan sekitar 2 minggu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah itu, masukkan murai jantan dan kandang ke kandang perempuan. Tujuannya adalah untuk mencegah serangan murai batu jantan pada 2 betina. Jadi itu harus beradaptasi dalam waktu sekitar 1 minggu. Tunggu burung betina bernafsu. Secara umum, burung betina akan bersiul dan kemudian mendekati kandang murai batu jantan. Ketika burung jantan dan betina berdekatan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan murai batu jantan dari kandangnya.

6. Perawatan Anak Burung

Langkah keenam yaitu pada saat anak burung yang berumur 7 hingga 14 hari dapat diberi makan dengan campuran voer dengan kroto yang dibuat berair. Anda bisa menyusui sekali setiap jam. Setelah usia 15 hari, umumnya mereka sudah mulai bisa makan kroto sendiri. Beberapa menggunakan pelet ikan lele sebagai makanan untuk burung murai batu. Makanannya juga tidak bermasalah, itu tidak akan membuat rambut murai rontok. Ketika murai batu menetas, Anda harus melihat perilaku induk murai batu. Jika ibu bisa memberi makan dengan baik, kita harus menambahkan pakan serangga. Misalnya, suka jangkrik dan kroto. Sehingga nutrisi tersebut terpenuhi di pohon muda.

7. Mandi Murai Batu

Langkah terakhir yaitu burung batu murai juga harus dimandikan agar kesehatan dan kebugaran tubuh murai batu dapat terjaga. Selain itu, memandikan magpie batu juga mempercepat proses mengubah bulunya dan akan merangsang pertumbuhan bulu baru.